Kiat APRIL Indonesia Dalam Menghasilkan Lebih Dari 150 JutaBibit? Akasia

APRIL Group merupakan salah satu perusahaan terbesar di Indonesia bahkan Asia. Perusahaan yang didirikan oleh salah satu pengusaha terkenal di Indonesia ini bergerak di bidang pulp & paper. Mengandalkan bahan baku utama dari alam, APRIL pun berkomitmen untuk tak sekedar mengeruk keuntungan bisnis sebanyak mungkin seperti layaknya korporasi lain tetapi juga menjaga alam agar tetap lestari serta menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas mereka. Komitmen inilah yang membuat APRIL Asia layak ditiru oleh perusahaan-perusahaan lainnya utamanya yang bergerak di bidang produksi dengan bahan baku utama yang berasal dari alam.

Untuk memastikan bahan baku utama selalu tersedia, tentunya APRIL Group harus melakukan cara-cara untuk menjaga pasokan bahan baku utama ini. Hingga saat ini, PT Riau Andalan Pulp and Paper yang merupakan anak perusahaan dari APRIL Group mampu menghasilkan lebih dari 150 juta bibit setiap tahunnya. Pusat pembibitan dari PT. RAPP ini tersebar di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Baserah, dan beberapa lokasi yang disebut satellite nursery. Di pusat yang terletak di Pangkalan Kerinci, ada 2 cara yang dilakukan untuk memproduksi bibit yaitu dengan cara cutting dan seedling. Melalui teknik cutting, daun bibit distek dengan tujuan untuk menghasilkan kualitas genetik yang serupa. Teknik ini dinilai lebih bagus dibanding teknik lainnya, sebab kualitas bibit bisa dikontrol apabila menggunakan teknik ini. Kayu yang dihasilkan pun sangat baik, mencapai 5 meter kubik per hektar selama setahun. Jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan teknik seedling. Bibit yang distek merupakan bibit yang berasal dari pucuk daun pohon induk yang telah diseleksi, sehingga terjamin kualitasnya.

Proses stek dimulai dengan memotong daun menggunakan gunting, disisakan kurang lebih 1/3 dari bagian daun dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Hal ini dimaksudkan supaya air lekas turun ke wadah atau media tanam yang digunakan, sebab jika dipotong mendatar, daun akasia bisa cepat busuk karena bekas irisan terlalu lama menampung air. Potongan daun ini ditanam dahannya di wadah-wadah kecil yang telah dipersiapkan sebelumnya. Media tanam yang digunakan berupa serbuk kulit kelapa bagian dalam atau serat pendek dari kelapa yang telah halus dan dicampur dengan pupuk. Dibutuhkan sekitar 90 ton serbuk kulit kelapa ini setiap bulannya.

Untuk merawat bibit yang telah ditanam, dilakukan proses penyiraman menggunakan kabut air demi menjaga agar daun tetap lembab. Teknik ini juga dapat sekaligus menghemat penggunaan air. Pada masa pertumbuhan akar yang berlangsung kurang lebih selama 4 minggu, pengkabutan ini dilakukan setiap 5 menit sekali dengan durasi total 30 menit. Setelah akar mulai tumbuh, proses penyiraman pun berkurang, bergantung pada faktor cuaca juga, misalnya mendung atau hujan otomatis durasi penyiraman pun berkurang.

Setelah memasuki usia 5-6 minggu, bibit mulai dipilah berdasarkan ukurannya dengan tujuan untuk mempermudah perawatan. Berikutnya setelah berumur 9 hingga 10 minggu, bibit akasia pun siap ditanam di lapangan. Pohon akasia yang telah tumbuh akan layak panen dalam usia lima tahun dan dengan diameter mencapai 25 cm juga ketinggian kurang lebih 5 meter. Begitulah teknik APRIL dalam menanam akasia hingga berhasil mencapai 200 juta bibit akasia siap tanam.

Ref: http://www.yoedha.com/2017/10/kiat-april-indonesia-dalam-menghasilkan.html

UserForm edit

FirstName April
LastName Indonesia
OrganisationName
OrganisationURL https://en.wikipedia.org/wiki/Asia_Pacific_Resources_International_Holdings
Profession
Country
State
Address
Location
Telephone
VoIP
InstantMessaging (IM)
Email
HomePage
Comment
Topic revision: r2 - 27 Oct 2017 - 00:53:24 - AprilIndonesia
 
Sekretariat der HTU
E-Mail: sekretariat@htu.at
Telefon: +43 1 58801 49501
Herausgeberin:
Hochschülerinnen- und Hochschülerschaft an der Technische Universität Wien
(Vorsitzende: Viktoria REITER)
Wiedner Hauptstraße 8-10
1040 Wien
T: +43-1-58801-49501
F: +43-1-58691-54
sekretariat@htu.at